Autobiografi
Autobiografi Riky Gilang
Pangestu
Keluarga sederhana ditakdirkan untuk melahirkan saya. Tepat
tanggal Sembilan bulan Oktober tahun 1996, bukan tahun gajah karena itu
kelahiran Nabi Muhammad SAW. Saya digariskan menjadi anak pertama dan samapai
sekarang mempunyai dua adik. Lengkap sudah anak dari kedua orang tua saya
karena terdiri dari 2 laki-laki dan 1 perempuan.
Latar belakang pendidikan saya mulai
dari TK Pertiwi 31. Selama TK saya berangkat selalu diantar oleh nenek,
besrsyukur sekali mempunyai nenek yang setia. TK pun saya lalui hanya dengan
waktu satu tahun saja. Bukan karena kejeniusan atau encernya otak saya, akan
tetapi saya iri dengan teman-teman karena mereka sudah naik ke Sekolah Dasar
atau naik ke kelas satu. Di situ saya langsung menangis meminta kepada orang
tua untuk bisa menghadap ke guru TK dan SD yang bertujuan untuk menaikkan saya
ke SD juga. Alhasil setelah orang tua saya berunding dengan guru saya naik ke
kelas 1 Sekolah Dasar.
Saya berada di Sekolah Dasar selama
enam tahun itu berarti saya naik kelas secara beruntun. Ya, saya bersekolah di
SD Plalangan 02. Jika saya sebutkan alamatnya mungkin pada tidak tau dan tidak
mungkin para pembaca mencari alamatnya. Satu guru yang menjadi panutan saya
selama SD yaitu bapak Ponidi, hubungan saya dengan beliau sangatlah dekat sudah
seperti bapak dengan anak kandung. Ujian Nasional pun telah tiba, saya begitu
deg-degan ketika melaksanakan ujian tersebut. Namun, dengan kerja keras saya
dapat melewatinya itu berarti saya dinyatakan lulus.
Pendaftaran SMP telah dibuka. Saya langsung
tancap gas untuk mendaftar ke SMP yang sudah saya dambakan. Sebenarnya saya
kurang percaya diri untuk mendaftar di SMPN 22 Semarang karena nilai ujian
akhir sangat pas-pasan. Oleh karena itu saya mendaftar di dua sekolah yaitu SMP
N 22 Semarang dan SMP N 24 Semarang. Saya tetap berharap diterima di sekolah
yang memang sudah menjadi impian. Pengumuman penerimaan siswa baru telah
datang, saya dengan bapak langsung menuju ke SMP N 22 Semarang dan langsung
melihat di papan pengumuman yang sudah disediakan. Berdesak dengan peserta
lainnya saya tidak menemukan nama Riky Gilang Pangestu tertera di papan
pengumuman tersebut sampai saya ulang untuk mencari sebanyak tiga kali namun
tetap saja tidak menemukannya. Mengetahui hal tersebut bapak langsung bergegas
pergi ke SMP N 24 Semarang guna untuk mencari apakah saya diterima disana atau
tidak. Setelah lama menunggu kabar dari bapak ternyata nama saya tidak tertera
di sana. Bingung disertai panik, akhirnya bapak kembali ke SMP N 22 Semarang untuk
menjemput saya, nnamun sebelum pulang bapak kembali melihat ke papan pengumuman
dan akhirnya nama saya tertera. Ya, rasa senang bercampur gembira menyelimuti
perasaan saya. Tiga tahun lamanya saya menimba ilmu di SMP N 22 Semarang dan
guru favorit saya adalah bapak Kristanto, beliau mengampu mata pelajaran bahasa
Indonesia.
Setelah lulus dari SMP saya langsung
melanjutkan bersekolah di SMK N 11 Semarang, sekolahan ini familiar dengan
sebutan Grafika atau Grf’11. Saya mengambil jurusan persiapan grafika, jurusan
ini mempelajari bagaimana cara membuat desain kemasan, desain pamflet, slogan,
iklan dan lain-lain. Program yang digunakan juga bermacam-macam yaitu
CorelDraw, Adobe Ilustrator, Photoshop dan masih banyak lagi. setelah kelas XI
ada program prakerin atau praktek kerja industri dan saya memilih tempat di DKI
Jakarta, akhirnya saya prakerin di perusahaan Kompas Gramedia Group of Magazine selama enam bulan. Wah
rasa senang bercampur sedih bagaimana tidak, senangnya saya bisa menimba ilmu
di perusahaan besar namun sedihnya saya harus hidup sendiri jauh dari pantauan
orang tua apalagi harus merasakan kerasnya Ibu Kota. Hal itu ternya dapat saya
jalani, selama disana saya mendapatkan rekan kantor yang sangat baik, mau
membimbing serta mengarahkan saya. Enam bulan pun terlewati dengan tidak ada
suatu halangan. Kembalilah saya ke SMK N 11 Semarang tercinta dengan rasa
bangga. Begitu kembali saya sudah langsung menginjak kelas XII karena pada
waktu prakerin dilaksanakan ujian akhir semester secara online. Dua semester
selama kelas XII sampailah pada Ujian Nasional. Pada saat itu saya tetap merasa
cemas melaksanakan Ujian Nasional meski sebelumnya sudah pernah melewatinya. Doa
dan usaha sudah saya kerahkan, hasil tidak akan menghianati usaha itu berarti
saya lulus.
Lulus SMK saya tidak langsung
melanjutkan kuliah. Saya mencoba untuk menjadi seorang kuli, meski orang tua
mendukung untuk bisa melanjutkan ke bangku perkuliahan. Selama satu tahun berbagai
perusahaan sudah saya coba alhasil tergugahlah hati kecil saya untuk
melanjutkan ke bangku perkuliahan. Jadi kuli berat Bro. tanpa pikir panjang
saya langsung mendaftar ke Universitas PGRI Semarang dan mengambil jurusan PBSI
atau Pendidikan Bahasa dan Seni. Disini saya mempunyai banyak teman yang
berasal dari berbagai daerah. Semester demi semester telah saya lalui dan
sampailah saya menginjak ke semester tujuh, bisa dibilang semester yang rawan
karena sebentar lagi akan berhadapan pada skripsi. Harapan saya dapat lulus
tepat waktu dan di waktu yang tepat agar kelak bisa mendapatkan pekerjaan yang
mapan dan menjadi orang sukses. Amin.
Komentar
Posting Komentar